Tutorial Programming

catatan aja ga usah di baca

Posted on Oktober 28, 2008. Filed under: Tutorial Programming | Tag:, , , |

<?php

class xItem {
  var $xTitle;
  var $xLink;
  var $xDescription;
}

// general vars
$sTitle = "";
$sLink = "";
$sDescription = "";
$arItems = array();
$itemCount = 0;

// ********* Start User-Defined Vars ************
// rss url goes here
$uFile = "http://www.wirelessdevnet.com/wirelessnews/rss/dailynews.rss";
// descriptions (true or false) goes here
$bDesc = true;
// font goes here
$uFont = "Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif";
$uFontSize = "2";
// ********* End User-Defined Vars **************

function startElement($parser, $name, $attrs) {
  global $curTag;

  $curTag .= "^$name";

}

function endElement($parser, $name) {
  global $curTag;

  $caret_pos = strrpos($curTag,'^');

  $curTag = substr($curTag,0,$caret_pos);

}

function characterData($parser, $data) { global $curTag; // get the Channel information first
  global $sTitle, $sLink, $sDescription;  
  $titleKey = "^RSS^CHANNEL^TITLE";
  $linkKey = "^RSS^CHANNEL^LINK";
  $descKey = "^RSS^CHANNEL^DESCRIPTION";
  if ($curTag == $titleKey) {
    $sTitle = $data;
  }
  elseif ($curTag == $linkKey) {
    $sLink = $data;
  }
  elseif ($curTag == $descKey) {
    $sDescription = $data;
  }

  // now get the items 
  global $arItems, $itemCount;
  $itemTitleKey = "^RSS^CHANNEL^ITEM^TITLE";
  $itemLinkKey = "^RSS^CHANNEL^ITEM^LINK";
  $itemDescKey = "^RSS^CHANNEL^ITEM^DESCRIPTION";

  if ($curTag == $itemTitleKey) {
    // make new xItem    
    $arItems[$itemCount] = new xItem();     

    // set new item object's properties    
    $arItems[$itemCount]->xTitle = $data;
  }
  elseif ($curTag == $itemLinkKey) {
    $arItems[$itemCount]->xLink = $data;
  }
  elseif ($curTag == $itemDescKey) {
    $arItems[$itemCount]->xDescription = $data;
    // increment item counter
    $itemCount++;
  }
}

// main loop
$xml_parser = xml_parser_create();
xml_set_element_handler($xml_parser, "startElement", "endElement");
xml_set_character_data_handler($xml_parser, "characterData");
if (!($fp = fopen($uFile,"r"))) {
  die ("could not open RSS for input");
}
while ($data = fread($fp, 4096)) {
  if (!xml_parse($xml_parser, $data, feof($fp))) {
    die(sprintf("XML error: %s at line %d", xml_error_string(xml_get_error_code($xml_parser)), xml_get_current_line_number($xml_parser)));
  }
}
xml_parser_free($xml_parser);

// write out the items
?>
<html>
<head>
<title><?php echo ($sTitle); ?></title>
<meta name = "description" content = "<?php echo ($sDescription); ?>">
</head>
<body bgcolor = "#FFFFFF">
<font face = "<?php echo($uFont); ?>" size = "<?php echo($uFontSize); ?>"><a href = "<?php echo($sLink); ?>"><?php echo($sTitle); ?></a></font>
<br>
<br>
<?php
for ($i=0;$i<count($arItems);$i++) {
  $txItem = $arItems[$i];
?>
<font face = "<?php echo($uFont); ?>" size = "<?php echo($uFontSize); ?>"><a href = "<?php echo($txItem->xLink); ?>"><?php echo($txItem->xTitle); ?></a></font>
<br>
<?php
if ($bDesc) {
?>
<font face = "<?php echo($uFont); ?>" size = "<?php echo($uFontSize); ?>"><?php echo ($txItem->xDescription); ?>
<br>
<?php
}
echo ("<br>");
}
?>
</body>
</html>
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Plugin Wajib Terpenting Di WordPress

Posted on Oktober 27, 2008. Filed under: Tutorial Programming | Tag:, , |

Sebenarnya raden sendiri belum begitu paham tentang wordpress,maka dari itu sambil belajar wordpress raden coba mendokumentasikan informasi penting ini agar bila suatu saat membutuhkanya nggak repot-repot cari lagi.
Bicara tentang plugin,ahir-ahir ini raden disibukan dengan wordpress sampai-sampai posting di blogspotpun jarang,blog walking udah jarang juga,kasih koment apalagi. itu disebabkan karena saking sibuknya utak-atik wordpress dan juga sekarang kan raden sudah kerja jadi waktu ngeNET berkurang. (bah ribet amat,mana pluginya… ^_* V 🙂 )
oke, berikut plugin terpenting di wordpress yang wajib kamu miliki…

  • All In One SEO Pack: Plugin pertama yang wajib dipasang, kita bisa menentukan sendiri judul dan meta tags di setiap artikel kita serta keyword-keyword yang ingin kita masukkan.
  • Google XML Sitemaps: Plugin ini fungsinya yaitu melakukan auto generate xml sitemap, untuk contohnya bisa dilihat disini, dengan begitu kita bisa memasukan sitemap website kita di google webmasters degan mudah.
  • WordPress Related Post:Untuk yang satu ini bisa dilihat hasilnya sewaktu kita melihat suatu artikel yang dibawahnya terdapat tulisan “Related Post” atau “Artikel yang berhubungan”, sedangkan generate yang dilakukan yaitu berdasarkan tags.
  • FD Feedburner: Dengan plugin ini setidaknya kita bisa melakukan track terhadap subcriber.
  • Really Simple Sitemap: Plugin ini dapat membuat halaman sitemap secara otomatis, kita tinggal tambahkan sedikit code langsung jadi sebuah halaman sitemap yang cukup dinamis.

Plugin diatas sangat baik untuk SEO,jurus SEO atau hanya sekedar belajar SEO.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

The Best 35 Most Popular WordPress Plugins

Posted on Oktober 24, 2008. Filed under: Tutorial Programming | Tag:, , |

Here i have built The Best 35 Most Popular WordPress Plugins which are really help full for bloggers to boost your wordpress blogs right from traffic, content, feeds, comments, ajax, make money, sitemaps and more. There are some thousands of wordpress plugins out there but i have included all the top best plugins which i really thinks helps a blogger built a better blog(10 Tips for making your blog more profitableTips for making your blog more profitable) D

The Top Best 35 Most Popluar WordPress Plugins

Check out the most popular wordpress plugins below:

(lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Domain Availability Check Sederhana dengan PHP

Posted on Agustus 27, 2008. Filed under: Tutorial Programming | Tag:, , , |

Kalo kita lihat website yang menjual webhosting atau domain pasti tersedia menu yang berfungsi untuk mengecek ketersedian domain di Internet.

Dan untuk pengecekan domain tersebut banyak sekali cara yang digunakan, yaitu salah satu menggunakan fasilitas yang disediakan oleh website-website yang menyediakan fasilitas whois misal (register.net.id,whois.net,dll).

Dalam tutorial ini,kita akan membuat fasilitas check ketersediaan domain dengan memanfaatkan function get gethostbynamel.

Dan untuk urutan pembuatan yaitu :

– membuat form untuk input domain yang akan di cek dengan menggunakan HTML

– membuat script PHP untuk manangkap input yang dikirim oleh form.

1. Buat File dengan nama whois.php

2. Membuat Form dengan menggunakan HTML

Buat Form seperti code dibawah ini

<form action=”whois.php” method=”post”>
<table border=”0″>
<tbody>
<tr>
<td>Cek Domain</td>
<td>: <input name=”domain” type=”text” /></td>
<td><select name=”suffix”> <option value=”.com”>.com</option> <option value=”.net”>.net</option> <option value=”.org”>.org</option> <option value=”.biz”>.biz</option> <option value=”.info”>.info</option> <option value=”.mobi”>.mobi</option> <option value=”.ws”>.ws</option> <option value=”.co.id”>.co.id</option> <option value=”.or.id”>.or.id</option> <option value=”.go.id”>.go.id</option> <option value=”.sch.id”>.sch.id</option> <option value=”.ac.id”>.ac.id</option> <option value=”.mil.id”>.mil.id</option> <option value=”.web.id”>.web.id</option> <option value=”.tv”>.tv</option> <option value=”.cn”>.cn</option> <option value=”.cc”>.cc</option> </select></td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”3″ align=”right”><input name=”proses” type=”submit” value=”Cek” /></td>
</tr>
</tbody></table>
</form>

2. Script PHP untuk pengecekan Domain
Setelah membuat form , tambahkan script php di bawah form, seperti code dibawah ini

if($_POST[proses]){
$nama_domain = “$_POST[domain]”.”$_POST[suffix]”;
$arrHost = @gethostbynamel(“$nama_domain”);

if(empty($arrHost)){
echo “Domain $nama_domain Belum Ada Yang Punya”;

}else{
echo “Domain $nama_domain Sudah Ada Yang Punya”;
}
}

?>

Sampai disini kita sudah bisa menggunakan program ini untuk men-cek ketersedian domain yang ada di internet.

Selamat Mencoba.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 6 so far )

Membuat sub domains menggunakan .htaccess

Posted on Agustus 27, 2008. Filed under: Tutorial Programming | Tag:, , , , |

Dengan memanfaatkan modul mod_rewrite dan wilcard DNS, kita dapat membuat sebuah virtual subdomain dari sebuah nilai variabel.

Pernah suatu ketika salah satu klien saya minta dibuatkan sebuah aplikasi website, dimana setiap member/anggota yang terdaftar di dalam website tersebut, secara otomatis akan memiliki sebuah subdomain berupa ID masing-masing anggota.
Misalnya :
http://namadomain.com/?member=opik
Nilai variabel “opik” tersebut dapat dibuat menjadi sebuah subdomain,
http://opik.namadomain.com

Saya mencoba berselancar di Intenter dan menemukan banyak sekali forum (luar negeri) yang membahas hal ini. Banyak sekali contoh-contoh kode yang yang katanya benar dan berhasil jalan. Tetapi setelah saya cobakan, carut marut semua, hahahahaha. Entahlah saya sendiri tidak tahu salahnya dimana.

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan, dan berhasil diterapkan pada 2 web server yang berbeda.

  1. Aktifkan Wilcard DNS
  2. Jika anda memiliki akses WHM, tambahkan baris berikut :
    *.domain.com. A 1.2.3.4
    Ganti 1.2.3.4 dengan IP server anda.
    Sedangkan jika anda tidak memiliki akses WHM, anda dapat menghubungi technical support dimana anda menyewa hosting, dan meminta untuk diaktifkan Wilcard DNS pada domain anda.

  3. Aktifkan modul mod_rewrite
  4. Untuk mengaktifkan mod_rewrite, buka file httpd.conf, cari baris #LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so dan hilangkan tanda #.

  5. Aktifkan Virtualhost dan pada baris ServerAlias rubah menjadi ServerAlias *.namadomain.com
  6. Buat file .htaccess
  7. RewriteEngine On
    RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/index\.php
    RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\.namadomain\.com [NC]
    RewriteCond %{HTTP_HOST} ^(www\.)?([^\.]+)\.namadomain\.com
    RewriteRule ^([^.*])?$ /index.php?member=%2 [L]

  8. Selesai

Keterangan :

  1. ServerName namadomain.com
  2. Merupakan nama server utama website anda (bener gak sih penjelasannya? hehe).
    Wes manut sajalah, isikan dengan nama domain utama yang anda inginkan.
    Misalnya, opik.com

  3. ServerAlias namadomain *.namadomain.com
  4. ServerAlias merupakan nama alias/nama lain dari domain utama anda.
    Misalnya, http://www.namadomain.com.
    Tanda “*.“, artinya apapun karakter yang ada didepan namadomain.com (misal: http://www.namadomain.com, anu.namadomain.com, ini.namadomain.com), tetap akan mengantarkan anda ke halaman website namadomain.com

  5. DocumentRoot C:/WebServer/www/folder-namadomain.com
  6. DocumentRoot merupakan folder dimana file web anda berada.

Sumber : http://opik.unitiga.com/2007/12/29/membuat-virtual-subdomain-menggunakan-htaccess/

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

« Entri Sebelumnya

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...